
MOJOKERTO-Minggu ini, Majalah Peace edisi Januari sudah mulai beredar di sekolah-sekolah di wilayah Kab/Ko Mojokerto. Seperti biasa, Peace membawa berita-berita yang ditulis sendiri oleh para pelajar dari seluruh penjuru Mojokerto (SMP-SMA sederajat).
Majalah Peace memang merupakan satu-satunya ajang berkreasi bagi pelajar di Mojokerto mulai dari penulisan berita, karya sastra hingga ajang pergaulan antar-sekolah.
Majalah Peace bukanlah pesaing majalah internal sekolah, namun justru merupakan ajang bagi OSIS untuk bisa berkreasi lebih luas. Jika majalah internal sekolah hanya dibaca oleh pelajar di lingkungan sekolahnya sendiri, maka dengan menulis di Majalah Peace, karya pelajar akan dibaca oleh pelajar di seluruh sekolah di Mojokerto.
Bukan cuma tenar karena karyanya dibaca seluruh Mojokerto, penulis yang karyanya muncul di Peace juga selalu mendapatkan honor dari Majalah Peace. Inilah yang menyebabkan Peace selalu dinanti oleh pelajar Mojokerto.
Pihak sekolah pun pasti senang jika ada pelajarnya aktif di Majalah Peace karena secara tidak langsung berarti mempromosikan sekolahnya ke pihak luar. Sekolah mana yang kegiatan OSIS-nya aktif akan terlihat di Majalah Peace. Artinya, jika kegiatan di sebuah sekolah tidak pernah masuk Majalah Peace bisa diartikan OSIS-nya kurang kegiatan.
Majalah Peace juga menjadi ajang unjuk kebolehan dalam hal karya sastra atau seni. Dari cerpen, puisi sampai cerita bergambar (kartun/komik). Bahkan khusus untuk cerpen, Majalah Peace selalu memberi penilaian dan kritikan pada cerpen yang berhasil termuat. Bukan cuma itu, Majalah Peace juga akan memilih cerpen terbaik setiap tahunnya sebagai Peace Story of The Year. Sang pemenang, selain sudah mendapatkan honor ketika karyanya dimuat, juga akan mendapatkan hadiah tambahan plus sertifikat sebagai pemenang Peace Story of The Year.
Perlu diketahui bahwa Majalah Peace bukanlah media abal-abal yang baru terbit kemarin sore dan bulan depan sudah tidak terbit lagi. Majalah Peace sudah terbit setiap bulan sejak September 2004. Majalah Peace juga didukung oleh kontributor-kontributor yang bukan hanya tingkat nasional tapi juga dari luar negeri. Ada kontributor yang dulu juga pelajar Mojokerto sekaligus pembaca setia Majalah Peace. Sebut saja Lambertus Wahyu Hermawan (mahasiswa ITS alumni SMAN 3 Mojokerto), Norma Sholikah (mahasiswa Unair alumni SMAN 1 Puri) dan Permata Romadhonita (mahasiswa Unair alumni SMAN 2 Mojokerto).
Ada juga Muhammad Kunta Biddinika yang sekarang menempuh pendidikan doktoral di Tokyo Institute of Technology, Jepang. Dan juga ada Loubna Dzakiah, psikolog yang mengasuh rubrik konsultasi psikologi yang sekarang tinggal di kota Puerto La Cruz, Venezuela.
Sesuai status Majalah Peace sebagai majalah pelajar, maka Majalah Peace menempatkan para kontributor itu sebagai motivator para pelajar untuk bisa menempuh pendidikan terbaik dan setinggi mungkin.
Maka, jika Anda adalah orang tua atau pendidik, pastikan putra-putri Anda membaca dan aktif di Majalah Peace yang jelas-jelas memberikan pengaruh positif kepada putra-putri Anda.
Segera dapatkan Majalah Peace edisi bulan ini. Dan jika saat ini di sekolah Anda belum ada Majalah Peace, Anda bisa hubungi Peace Hotline di 0321-7200300 atau 08211-8200300. Pastikan pelajar di sekolah Anda selalu ikut berpartisipasi di Majalah Peace sebagai bukti eksistensi OSIS di sekolah Anda.(rin/adv)










0 komentar:
Poskan Komentar